banner 728x250

Marak Percaloan Lapad Ruhama, Warga Cibatu Sebut Dinas Sosial Garut Gercep

Pengurusan program Lapad Ruhama gratis tanpa di pungut baiaya di Dinsos Garut.
banner 120x600
banner 468x60

DINAMIKA – Pelayanan Lapad Ruhama yang berada di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, sangat cepat dan terasa oleh masyarakat kecil yang memiliki kesulitan pembiayaan baik di Rumah Sakit dan Puskesmas.

Keluarga pasien hanya tinggal melengkapi persyaratan yang ditandatangani oleh pihak pemerintah desa. Dalam pengurusannya pihak Dinas Sosial tidak memungut biaya alias gratis.

banner 325x300

Namun masih banyak masyarakat yang memang kesulitan untuk pembiayaan pasien banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum dengan meminta sejumlah uang. Bahkan Dinas Sosial sudah beberapa kali mengamankan para calo yang memanfaatkan keluarga pasien.

Sangat bervariasi para calo meminta sejumlah uang mulai dari Rp 2 Juta sampai dengan Rp 3 Juta. Padahal program Lapad Ruhama dalam pembiayaan tidak memungut biaya dengan catatan semua persyaratan lengkap.

Salah satu keluarga pasien Yudi asal Warga Kecamatan Cibatu, mengaku tidak pernah mengeluarkan biaya saat pengurusan Lapad Ruhama disaat anaknya menjalani perawatan di RS Dr Slamet Garut. Bahkan pelayanannya sangat cepat dan memuaskan.

“Saya memang awalnya tidak memiliki BPJS, saat anak saya di rawat saya kebingungan untuk bisa melunasi pembayaran ke RS dengan nominal mencapai Rp 12 Juta mau dari mana. Untung saya ketemu dengan orang baik dan menyarankan memakai program Lapad Ruhama,” ujarnya, Minggu (18/2/2024).

Setelah ada yang memberi informasi adanya program Lapad Ruhama, segala persyaratan langsung di urus dari tingkat bawah. Setelah lengkap langsung di bawa ke Dinas Sosial dan langsung diproses.

“Jadi setelah mendapatkan rekomendasi dari Lapad Ruhama, alhamdulillah segala pembiayaan ditanggung dan BPJS juga langsung aktif,” ujar Yudi.

Awalnya aku Yudi, ada beberapa orang yang menawarkan untuk pengurusan Lapad Ruhama, namun mereka banyak yang meminta uang terlebih dahulu untuk membantu memprosesnya.

“Saya tidak punya uang. Beruntung bertemu dengan orang yang baik dan mengetahui kondisi ekonomi saya,” akunya.

Yudi juga berharap, para keluarga pasien yang saat mendapatkan perawatan jangan sampai terbujuk oleh orang-orang yang menawarkan pengurusan Lapad Ruhama. Sebaiknya, langsung datang sendiri ke Dinas Sosial agar tidak mengeluarkan biaya. Pungkasnya.(***)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *