banner 728x250

“Cara Renang Gaya Kupu-kupu, Manfaat, dan Tips Melakukannya”

banner 120x600
banner 468x60

Renang gaya kupu-kupu adalah bentuk pengembangan dari gaya katak (gaya dada ortodox) dengan memutar lengan ke atas dan depan secara bersamaan. Dikutip dari laman Swim England, gaya kupu-kupu pertama kali diperkenalkan tahun 1933 di Amerika oleh Henry Myers.
Perlombaan di Brooklyn tersebut sempat membingungkan juri dan lawan hingga akhirnya dijadikan sebagai gaya baru. Awal mulanya gerakan pukulan kaki katak menjadi preferensi gaya renang ini.

Namun tepat pada 1952 FINA (Induk Organisasi Renang Dunia) menganggap pukulan ikan dolphin lebih cepat sehingga gaya katak dan kupu-kupu resmi dipisah. Berikut penjelasan detail seputar renang gaya kupu-kupu

banner 325x300

Sejarah Renang Gaya Kupu-kupu
Untuk pertama kalinya setelah diresmikan FINA, gaya kupu-kupu dipertandingkan pada olimpiade di Melbourne dengan lintasan 200 meter putra dan 100 meter putri. Hingga pada tahun 1968, Mexico City Games menambahkan nomor renang kupu-kupu 200 meter untuk putri dan 50 meter di tingkat kontinental dan dunia.

Tercatat perenang gaya kupu-kupu inovatif diraih James Hickman yang menang lima kali berturut-turut pada lintasan 200 meter sejak 1998-2001. Sementara itu, ia juga memegang rekor lintasan 100 meter pada Desember 1998 dan September 1999.

Cara Renang Gaya Kupu-kupu
Dikutip dari laman Universitas Negeri Yogyakarta, berikut cara dan teknik dasar yang perlu diperhatikan ketika berenang dengan gaya kupu-kupu.

Posisi Badan
Gaya kupu-kupu menitikberatkan pada lebih banyak gerakan badan ke atas dan ke bawah. Oleh sebab itu terdapat tips agar badan terasa ringan selama berenang.

Memposisikan pinggul dekat dengan permukaan air.
Menjejakkan kaki ke bawah dan memaksa pinggul ke atas.
Inersia selama jeda cenderung menarik kepala dan bahu ke bawah.
Tarikan pertama mendorong kepala dan bahu naik ke atas.
Memperhatikan timing gerakan kaku, tarikan napas, pengangkatan kepala, dan posisi horizontal badan.
Gerakan Kaki
Menggerakkan kaki dengan cepat dan tempo tertentu.
Mengatur fleksibilitas gerakan kaki dengan memperhatikan mata kaki (flenter flexion).
Menggerakkan kaki ke bawah untuk mendorong maju dan mengangkat pinggul dalam posisi horizontal.
Menggerakkan kaki lebih kecil dari hentakan pertama dan menitikberatkan pada lengan untuk membatasi turunnya posisi pinggul.
Apabila bisa menyeimbangkan posisi tubuh, gerakan kaki dan lengan kedua boleh sama-sama kuat.
Menambah kecepatan pukulan kaki ke bawah 2 kali lipat daripada ke atas.
Tidak mewajibkan adanya tekukan pinggul ketika hentakan ke bawah. Besaran tekukan yang dianggap masih aman bergantung pada tulang kaki bagian bawah (femur) pada sendi pinggul.
Ketika lutut terentang, ujung kaki harus terus ke bawah dan bagian kaki atas mulai naik agar tempo renang tetap cepat.

Tarikan Lengan
Membuat pola lengan yang paling nyaman, dapat berupa lobang kunci, gelas pasir, atau tarikan angka 8.
Siku menekuk dan ketika tangan meninggalkan air, lengan diayun ke depan menjadi terlentang sepenuhnya.
Ketika mendayung ke bawah, jangan sampai lengan lemas dalam air dan badan terlalu masuk ke dalam.
Pernapasan dan Pengaturan Waktu
Menundukkan kepala hampir lurus dengan badan dengan pandangan ke depan agar otot leher tidak pegal.
Mengangkat kepala keluar dari air dengan mulut dan membuangnya di air melalui hidung dan mulut.
Membiarkan kepala masuk terlebih dahulu sebelum tangan agar tempo tidak berubah.

Manfaat dan Tips Sebelum Berenang
Dilansir dari laman Dispora Bengkulu, berenang dengan gaya kupu-kupu dapat melatih kekuatan otot dada dan lengan.Berikut beberapa keuntungan yang akan didapatkan ketika seseorang rajin berenang.

Membentuk otot di hampir seluruh bagian tubuh, yaitu kepala, leher, lengan, dada, perut, punggung, pinggang, dan kaki.
Menyehatkan sirkulasi darah yaitu jantung dan paru-paru.
Melatih pernafasan dan dianjurkan untuk penderita asma.
Menambah tinggi badan dengan cepat.
Membakar 24% kalori pada tubuh.
Sebagai modal untuk penyelamatan diri khususnya ketika di air.
Merelaksasikan tubuh dan menghilangkan stress.
Meskipun demikian, berenang tetap memiliki risiko ketika dilakukan dengan asal-asalan. Kecelakaan seperti cedera, kejang otot, kesleo, ataupun luka dan pingsan bisa saja terjadi ketika detikers melewatkan beberapa tahap penting. Adapun tips yang dilakukan sebelum berenang.

Tips Sebelum Berenang
Melakukan pemanasan yang cukup (warming up) sebelum berenang.
Mengikuti peraturan di kolam renang.
Menggunakan pakaian renang dan peralatan pendukung yang tepat.
Sarapan atau makan 2 jam sebelum renang.
Menguasai dasar berenang minimal mengapung di air.
Tidak memforsir tubuh untuk latihan agar tidak kelelahan.
Demikian mengenai seluk beluk renang gaya kupu-kupu. Jangan pernah menyerah untuk belajar gaya ini, karena kesulitan dapat dengan mudah ditangani dengan usaha dan latihan sungguh-sungguh setiap hari.

 

 

 

Sumber :Kompas.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *